Medan, formappel.com – Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Aktivis Republik Indonesia (DPD HARI) Kota Medan mendukung kepada Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas untuk menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Lurah, hingga Kepala Lingkungan (Kepling) agar memperketat pemantauan dan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Kota Medan.
“Kami mengajak Pemko Medan untuk mengantisipasi dan memastikan tidak ada lagi kasus keracunan makanan yang menimpa para siswa di lingkungan institusi pendidikan,” ujar Ketua DPD HARI Kota Medan, Ahmad Fauzi Pohan di Medan, Senin (18/05).
Pihaknya menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan generasi muda di kota ini adalah hal mendasar yang tidak boleh diabaikan. Pemko Medan harus hadir dan proaktif melakukan mitigasi risiko.
“Kami meminta Wali Kota Medan, Bapak Rico Waas, untuk memerintahkan OPD terkait—terutama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan serta jajaran kewilayahan hingga tingkat lingkungan—untuk turun langsung mengawasi SPPG. Kita tidak ingin melihat ada lagi anak-anak kita, para siswa, yang menjadi korban keracunan makanan akibat lemahnya pengawasan,” ujarnya di Medan, Senin (18/05).
Selain fokus pada higienitas makanan, DPD HARI Kota Medan mengajak Dinas Lingkungan Hidup untuk melihat kelayakan infrastruktur sanitasi di lingkungan SPPG. Selanjutnya agar dilakukan pemeriksaan berkala terhadap Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di setiap SPPG yang beroperasi di Kota Medan.
Menurutnya, pengelolaan limbah domestik dan air bersih yang buruk sangat berkorelasi dengan munculnya bakteri berbahaya yang memicu kontaminasi massal pada makanan maupun air konsumsi siswa.
Sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial, DPD HARI Kota Medan menyatakan komitmen penuhnya untuk bersinergi dan berkolaborasi secara konkret dengan Pemerintah Kota Medan.
“Kami siap berjalan beriringan dengan Pemko Medan. Kami siap membantu mengawasi setiap operasional dapur, baik di SPPG maupun fasilitas publik lainnya di Kota Medan. Sinergi ini penting agar pengawasan di lapangan bisa berjalan lebih masif, efektif, dan menyentuh seluruh lapisan,” pungkasnya mengakhiri.





















