https://www.effectivecpmnetwork.com/zeb4vj9k?key=3586cc5fda7a1198a8df1d67f3640097
Daerah

Soal Viral Stadion Teladan, CREAM Medan Minta Komunitas Lari Transparan Ungkap Pihak Yang Mengundang ‎

9
×

Soal Viral Stadion Teladan, CREAM Medan Minta Komunitas Lari Transparan Ungkap Pihak Yang Mengundang ‎

Sebarkan artikel ini

Soal Viral Stadion Teladan, CREAM Medan Minta Komunitas Lari Transparan Ungkap Pihak Yang Mengundang

MEDAN // FORMAPPEL.com –
Ketua Creative Anak Muda (CREAM) Kota Medan, Damos Siagian SST.MP menyikapi permohonan maaf terbuka yang disampaikan oleh Komunitas BanBan Running Club kepada masyarakat Kota Medan. Langkah ini diambil komunitas tersebut setelah aksi promosi mereka di Stadion Teladan viral di media sosial dan menuai gelombang kritikan. Sabtu, 30 Mei 2026.

‎Dalam surat klarifikasi resmi yang diunggah melalui akun Instagram mereka pada Jumat malam (29/05), BanBan Running Club mengakui bahwa konten yang mereka unggah telah menimbulkan kegaduhan dan keresahan, khususnya bagi para pecinta sepak bola di Kota Medan.

‎“Atas nama komunitas BanBan Running Club, kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya karena konten yang kami upload di media sosial menimbulkan polemik yang begitu ramai,” tulis perwakilan komunitas tersebut.

‎Meskipun mengapresiasi iktikad baik tersebut, Ketua CREAM Kota Medan, Damos Siagian, menilai ada hal krusial yang masih mengganjal. Menurutnya, Komunitas BanBan Running Club seharusnya mengungkapkan secara eksplisit siapa pihak penyelenggara Piala AFF U-19 2026 yang mengundang mereka.

‎”Kami berharap adanya permohonan maaf yang disampaikan secara terbuka dengan menjelaskan siapa panitia penyelenggara yang mengundang dan dinilai tidak bertanggung jawab tersebut. Tentunya, kami sangat kecewa terhadap sekelompok pihak yang melakukan penggiringan opini terhadap Wali Kota Medan yang disalahkan dalam persoalan ini,” ungkapnya.

‎Selain itu, CREAM Kota Medan juga mengapresiasi Wali Kota Medan dan jajarannya yang selalu hadir ikut membantu untuk menyelesaikan Stadion Teladan yang sangat kita cintai. “Sekiranya kita sebagai warga, sama-sama ikut menjaga stadion kita ini,” ajaknya.

‎Berdasarkan kronologi yang dihimpun, komunitas tersebut mengaku menerima undangan pada 16 Mei 2026. Selanjutnya, saat melakukan survei lokasi pada 26 Mei 2026, kehadiran mereka di stadion hanya didampingi oleh petugas keamanan tanpa adanya arahan maupun panduan teknis dari pihak panitia resmi.

‎Sehari kemudian, tepatnya pada 27 Mei 2026, aktivitas promosi yang kemudian viral tersebut dilakukan. “Kegiatan ini murni kami lakukan atas dasar antusiasme terhadap Stadion Teladan Medan yang baru, tanpa memiliki niat untuk menimbulkan kekhawatiran dan keresahan,” lanjut pernyataan BanBan Running Club dalam klarifikasinya.

‎Mereka juga menegaskan tidak ada transaksi keuangan (menerima atau memberikan bayaran) kepada pihak manapun terkait kegiatan tersebut. Ke depan, mereka berjanji akan lebih berhati-hati dan meningkatkan koordinasi sebelum melakukan kolaborasi serupa.

‎Sikap kritis Relawan CREAM Kota Medan sejalan dengan respons tegas dari Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Sebelumnya, Rico sangat menyayangkan masuknya komunitas lari tersebut ke area Stadion Teladan yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian (finishing) dan perawatan intensif menjelang Piala AFF U-19 2026.

‎Rico menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan tidak pernah menerima koordinasi maupun mengeluarkan izin terkait aktivitas komunitas lari tersebut.

‎“Kami menyayangkan kenapa hal itu bisa terjadi. Kami memahami mungkin ada euforia masyarakat melihat kondisi Stadion Teladan saat ini. Namun seharusnya ada koordinasi terlebih dahulu dengan Pemko Medan,” ujar Rico kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).

‎Hingga saat ini, lanjut Rico, tidak ada surat permohonan penggunaan stadion yang masuk ke pemerintah daerah. “Tidak ada komunikasi atau izin apa pun dari Pemko,” tegasnya.

‎Demi mengantisipasi kejadian serupa dan demi menjaga integritas persiapan Piala AFF U-19, Wali Kota Medan telah memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas pihak yang memberikan akses masuk kepada komunitas tersebut ke dalam stadion yang statusnya masih steril.

“Saya sudah meminta jajaran mencari tahu siapa yang mengizinkan mereka masuk ke dalam stadion,” pungkas Rico, menekankan perlunya kejelasan tanggung jawab atas insiden ini. (Halim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *