Scroll untuk baca artikel
Screenshot 20260319 002516 Canva
BeritaLangkat

Jembatan Penghubung Antar Dua Desa Rusak Parah, Ini Tanggapan Pemerintah Kabupaten Langkat

328
×

Jembatan Penghubung Antar Dua Desa Rusak Parah, Ini Tanggapan Pemerintah Kabupaten Langkat

Sebarkan artikel ini

 

Langkat-Formappel. Com|| Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 baru saja dirayakan, namun dari kemeriahan ini masih saja ditemukan kelalaian pemerintah dalam menjaga dan merawat infrastruktur yang seyogyanya digunakan masyarakat ramai dalam menunjang aktivitas.

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

Terpantau dibeberapa wilayah yang ada di Kabupaten Langkat, masih banyak sarana dan prasarana umum yang minim perawatan hingga rawan kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa.

Seperti yang terlihat di jembatan gantung penghubung dua desa yakni, Dusun X, Desa Kuta Gajah Kecamatan Kutambaru dan Dusun 1,Desa Ujung Bandar Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kondisinya sangat memprihatinkan, dimana lantai papan yang terbuat dari pohon kelapa sudah pada lapuk dan berpatahan, sementara dinding pagar yang berfungi sebagai pegangan dikanan kiri sudah korosi dan rusak, bahkan saat dilewati baik berjalan kaki maupun naik kendaraan roda dua, jembatan terasa goyang, di khawatirkan menimbulkan korban jiwa. Jembatan yang sudah tua dan minim perawatan, membuat jembatan ini sangat berbahaya saat dilintasi, padahal jembatan ini menjadi jalur alternatif terdekat bagi kedua desa dan kecamatan yang selalu ramai digunakan masyarakat dalam beraktivitas.

Informasi yang diperoleh, jembatan penghubung dua desa ini puluhan tahun lalu ada dari Yayasan Durian Medan, namun pemerintah desa Kuta Gajah dan Pemerintah Kecamatan Kutambaru kurang merespon.

“Pada masa kepemimpinan camat Romalan Harahap dan Sinar ada Yayasan Durian Medan ingin membangun jembatan tersebut, namun kurang di tanggapi oleh pemerintah desa dan pemerintah Kecamatan setempat, ucap warga yang tidak ingin namanya disebutkan.

” Pada saat itu, pihak yayasan hanya meminta warga untuk membantu melangsir peralatan, ke lokasi dan membantu untuk pengerjaannya, namun warga setempat tidak ada yang merespon, bahkan kepada Camat Kutambaru dan Salapian agar menginstruksikan masyarakat untuk membantu melangsir peralatan, ke lokasi karena jauh, “ungkap warga.

” Saat itu untuk Kabupaten Langkat, khususnya untuk Langkat Hulu, ada tiga Kecamatan yang akan dibangun jembatan, yakni, di lingkungan ladang bambu, Kelurahan Pekan Kuala, Jembatan Desa Parangguam Kecamatan Salapian, dan Jembatan Gantung, di Desa Kuta Gajah, Kecamatan Kutambaru. Dan jembatan di Lingkungan Ladang Bambu yang dibangun, sedangkan di Desa Kuta Gajah dan Desa Parangguam Kecamatan Salapian, (Camat masa itu Nuryan Syahputra) tidak respon, ucap warga.

Disinggung tahun berapa saat itu, warga menjawab tidak ingat tahun berapa.

Sebelumnya, Kepala Desa Kuta Gajah Sekula Kembaren mengatakan, akan dikoordinasikan dengan pihak Pemerintah Desa Ujung Bandar, Kecamatan Bahorok.

“Terima kasih bang atas informasinya, akan berkoordinasi dengan kepala desa Ujung Bandar, ” ucap Sekula, Sabtu (6/9/25). Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Desa Ujung Bandar, Nirwanto.

“Jembatan tersebut akan kita kerjakan pada Senin (8/9/25), ucap Nirwanto, kepada wartawan, Minggu (7/9/25).

Sementara, anggota DPRD Kabupaten Langkat dari Fraksi Partai Golkar, Jon Binsar Ketaren, kepada wartawan, Minggu (7/9/25) sudah menelpon kades Ujung Bandar Kecamatan Bahorok untuk berkoordinasi dengan kepala desa Kuta Gajah Kecamatan Kutambaru, untuk perbaiki lantai jembatan tersebut.

“Saya sudah menelpon kades Ujung Bandar Kecamatan Bahorok agar koordinasi dengan kepala desa Kuta Gajah Kecamatan Kutambaru, supaya pada hari Senin (8/9/25) segera diperbaiki lantai jembatan tersebut.

Disinggung apakah tidak ada rencana Pemerintah Kabupaten Langkat untuk memperbaiki jembatan tersebut secara permanen, Jon Binsar Ketaren menjawab, anggaran tidak ada.

“Abang tau sendiri dengan adanya efisiensi dari Presiden Prabowo, APBD Kabupaten Langkat tidak terbagi. Namun demikian hal ini menjadi pokir saya untuk saya ajukan di tahun anggaran 2026,ungkapnya.

Terpisah, Bupati Langkat, Syah Afandin, SH, melalui aplikasi Whatsapp kepada wartawan, Minggu (7/9/25) enggan berkomentar.

“Terima kasih informasi nya bang.

Menyikapi pertanyaan wartawan, untuk membangun jembatan tersebut secara permanen, Syah Afandin, menjawab, kita akan koordinasikan. (Tolhas Pasaribu).

 

Seme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *