BeritaNasional

PLN Disorot Usai Blackout Massal, Formappel’RI: Kalau Sistem Rapuh, Jangan Rakyat yang Menanggung Derita

227
×

PLN Disorot Usai Blackout Massal, Formappel’RI: Kalau Sistem Rapuh, Jangan Rakyat yang Menanggung Derita

Sebarkan artikel ini

SUMUT – Formappel. Com||Padamnya listrik massal yang melumpuhkan hampir seluruh wilayah Sumatera menuai kemarahan publik. Ketua Umum Formappel’RI, R Anggi Syahputra, melontarkan kritik keras terhadap jajaran PT PLN (Persero) dan menilai alasan gangguan akibat petir maupun pohon tumbang hanyalah dalih klasik untuk menutupi lemahnya antisipasi serta buruknya pengawasan sistem kelistrikan.

Menurut Anggi, blackout berskala besar yang membuat Sumatera gelap gulita bukan lagi sekadar gangguan teknis biasa, melainkan bukti nyata rapuhnya sistem kelistrikan nasional yang seharusnya menjadi tanggung jawab penuh PLN.

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

“Kalau hanya karena petir dan pohon lalu listrik satu Sumatera lumpuh, ini bukan sekadar gangguan. Ini alarm keras bahwa sistem PLN rapuh dan gagal diantisipasi. Rakyat tidak butuh alasan klasik, rakyat butuh listrik yang stabil!” tegasnya.

Ia bahkan secara terang-terangan menilai General Manager PLN UID Sumut tidak layak mempertahankan jabatan karena dianggap gagal menangani krisis yang berdampak luas terhadap masyarakat.

“Blackout ini melumpuhkan aktivitas masyarakat, rumah sakit, usaha kecil, jaringan komunikasi hingga pelayanan publik. Kalau pimpinan tidak mampu menjamin pelayanan dasar, untuk apa dipertahankan?” sindirnya tajam.

Anggi menyebut rakyat lagi-lagi dipaksa menanggung dampak dari buruknya manajemen dan lemahnya kesiapsiagaan PLN. Pedagang merugi, aktivitas ekonomi lumpuh, jaringan internet terganggu, sementara masyarakat hanya disuguhi penjelasan teknis yang terus berulang setiap kali pemadaman besar terjadi.

“Jangan jadikan petir dan pohon sebagai tameng. Yang rakyat lihat adalah listrik mati total dan aktivitas lumpuh. Ini soal kompetensi dan tanggung jawab,” katanya.

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap jaringan transmisi utama SUTET 275 kV yang disebut sebagai tulang punggung interkoneksi Sumatera. Menurutnya, lumpuhnya jalur vital akibat gangguan yang seharusnya bisa diantisipasi menunjukkan adanya kelalaian serius dalam sistem pengawasan dan perawatan jaringan.

“Kalau infrastruktur vital bisa tumbang karena gangguan yang mestinya bisa dicegah, berarti ada yang tidak beres di tubuh PLN. Jangan sampai rakyat terus dijadikan korban dari buruknya manajemen,” ujarnya.

Karena itu, Anggi mendesak Prabowo Subianto untuk segera melakukan audit sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan PLN yang dikendalikan Darmawan Prasodjo sekaligus mencopot GM UID Sumut yang dinilai gagal menjaga stabilitas pasokan listrik di Sumatera.

“Rakyat berhak mendapatkan pelayanan listrik yang profesional, bukan blackout massal yang terus berulang. Evaluasi total harus dilakukan sekarang juga. Kalau kinerja terus seperti ini, rakyat hanya akan semakin lelah menjadi korban kelalaian PLN,” tutupnya. (*)

Editor : Tolhas Pasaribu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *