Langkat-Formappel. Com|| Camat Salapian yang baru, Ramlan Tarigan, ST, memulai langkah awal kepemimpinannya dengan melakukan silahturahmi bersama jajaran Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, meliputi, Kapolsek Salapian, Danramil 05/Salapian, Manager PT LNK, Manager PT Kinar Lapiga Pamah Tambunan, Manager PKS Tanjung Keliling, Manager PT SIS, Ketua KNPI Kecamatan Salapian, Ketua KUA Kecamatan Salapian, dan Kepala Desa se-Kecamatan Salapian, dan insan pers. Bertempat di aula kantor kecamatan Salapian, pada Senin (19/1/26).
Pertemuan ini menjadi simbol sinergitas tiga pilar pemerintah di tingkat Kecamatan, pers dan masyarakat.
Melalui silahturahmi ini Camat Salapian Ramlan Tarigan, ST menegaskan pentingnya kebersamaan, komunikasi, dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pelayanan publik serta menjaga stabilitas dan keamanan wilayah. Langkah awal penuh semangat ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi sinergi berkelanjutan menuju Salapian yang semakin maju, harmonis dan berdaya saing.
“Mari kita bekerjasama untuk membangun Kecamatan Salapian yang lebih maju lagi, ” ujar Ramlan Tarigan, ST.
Kepala KUA Kecamatan Salapian Ust Kurnia Amir, S. PdI, dalam tausyiah, menekankan, Kepemimpinan dalam Islam adalah amanah suci yang wajib dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, bukan sekadar kekuasaan. Setiap individu adalah pemimpin yang bertanggung jawab atas pengurusannya (keluarga, diri sendiri, masyarakat). Pemimpin ideal meneladani Rasulullah SAW: berintegritas, amanah, kasih sayang, jujur, serta berorientasi pada kemaslahatan rakyat.
“Kepemimpinan adalah Amanah (Tanggung Jawab): Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.
Prinsip Dasar (Sifat Rasul): Pemimpin harus memiliki sifat Siddiq (jujur), Amanah (terpercaya), Tabligh (komunikatif/terbuka), dan Fathonah (cerdas).
Kasih Sayang dan Keadilan: Pemimpin sejati mengutamakan kasih sayang kepada rakyatnya, bukan bertindak sewenang-wenang. Keadilan harus ditegakkan untuk seluruh golongan.
Tahu Diri dan Rendah Hati: Pemimpin harus sadar bahwa jabatan adalah ujian, sehingga harus memiliki kerendahan hati dan selalu ingat mati (pertanggungjawaban akhirat).
Kemudian,kata Ust. Kurnia Amir, tipe pemimpin yang baik adalah yang demokratis (menerima kritik dan saran) dan amanah, bukan otoriter.
Kesimpulannya, memimpin adalah melayani. Jadikan Rasulullah sebagai teladan utama dalam membawa kesejahteraan bagi yang dipimpin, “tegasnya.(Tp110)





















