MEDAN//formappel.com — Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, melakukan kunjungan ke Kota Medan dalam rangka menghadiri silaturahmi bersama pengurus Gerakan Rakyat se-Sumatera Utara, Sabtu (9/5/2026), di Perintis Kupi.
Kegiatan tersebut dihadiri pengurus DPW hingga DPC Gerakan Rakyat dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Kehadiran Sahrin Hamid dari Jakarta mendapat sambutan hangat dari para kader dan simpatisan yang memadati lokasi acara.
Dalam pidatonya, Sahrin menegaskan bahwa organisasi masyarakat memiliki posisi strategis dalam membentuk dan membesarkan partai politik.
“Partai besar lahir dari organisasi yang kuat. Karena itu, ormas menjadi akar utama dalam membangun kekuatan politik yang benar-benar dekat dengan rakyat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Gerakan Rakyat awalnya berdiri sebagai organisasi masyarakat pada 27 Februari 2025 dan terus berkembang secara nasional. Perjalanan tersebut kemudian berlanjut dengan deklarasi Partai Gerakan Rakyat (PGR) pada 18 Januari 2026.
Menurut Sahrin, transformasi dari ormas menjadi partai merupakan bagian dari upaya menghadirkan wadah politik yang terbuka bagi masyarakat luas.
Ia juga menerangkan filosofi simbol yang digunakan Gerakan Rakyat. Logo pentungan pada ormas disebut sebagai simbol kedisiplinan dan pengingat perjuangan kader, sedangkan lambang harimau pada partai melambangkan keberanian serta kekuatan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.
Selain itu, Sahrin menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara ormas dan partai agar tetap berjalan selaras.
“Kader ormas memiliki peluang yang sama untuk ikut membangun partai. Semua memiliki kesempatan selama punya loyalitas dan kemampuan,” katanya.
Untuk mencegah potensi konflik di masa mendatang, pihaknya juga berencana membuat aturan dan surat pernyataan bersama antara pengurus ormas dan partai.
Sahrin menilai, membangun partai politik membutuhkan kekompakan organisasi dan dukungan masyarakat luas. Menurutnya, partai harus menjadi kendaraan politik yang lahir dari aspirasi rakyat, bukan kepentingan segelintir orang.
“Kalau ingin melahirkan pemimpin rakyat, maka partainya juga harus dibangun bersama rakyat,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Sahrin memastikan bahwa Partai Gerakan Rakyat hadir sebagai wadah perjuangan masyarakat secara terbuka dan bukan untuk kepentingan keluarga ataupun kelompok tertentu.























