Scroll untuk baca artikel
Screenshot 20260319 002516 Canva
Daerah

Wabup Lom Lom Suwondo Turun Langsung ke Sungai, Gaungkan Gerakan Besar Selamatkan Sungai Belumai

9
×

Wabup Lom Lom Suwondo Turun Langsung ke Sungai, Gaungkan Gerakan Besar Selamatkan Sungai Belumai

Sebarkan artikel ini

Wabup Lom Lom Suwondo Turun Langsung ke Sungai, Gaungkan Gerakan Besar Selamatkan Sungai Belumai

TANJUNG MORAWA // FORMAPPEL.com – Komitmen menjaga lingkungan tak lagi sebatas wacana. Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, turun langsung menyusuri aliran Sungai Belumai dalam aksi nyata Program Kali Bersih yang digelar Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Dinas Lingkungan Hidup, Jumat (17/4/2026).

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

Dipusatkan di kawasan Rumah Makan Tombo Luwe, Desa Tanjung Morawa A, kegiatan ini menjadi simbol kuat gerakan kolektif menyelamatkan sungai dari ancaman pencemaran yang kian mengkhawatirkan.

Tak sekadar seremonial, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis antara Dinas Lingkungan Hidup Deli Serdang, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka, serta Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Cabang Deli Serdang. Kolaborasi ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam pengawasan partisipatif sekaligus penguatan aksi nyata di lapangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, anggota DPRD Deli Serdang Andi Baso Ariani, unsur Forkopimcam, organisasi kepemudaan, komunitas pecinta lingkungan, hingga masyarakat yang ikut ambil bagian dalam gerakan peduli sungai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Deli Serdang, Rio Laka Dewa, menegaskan bahwa kondisi sungai saat ini masih menghadapi tekanan berat. Berdasarkan data 2025, indeks kualitas air Deli Serdang berada di angka 69,59 poin masih di bawah target nasional 75,85 poin pada 2026.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan kondisi lingkungan kita. Diperlukan langkah nyata, terukur, dan berkelanjutan untuk mengejar ketertinggalan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Lom Lom Suwondo menegaskan, aksi susur sungai ini adalah pesan kuat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Kita tidak boleh lagi abai. Sungai adalah sumber kehidupan. Jika kita tidak menjaganya hari ini, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan generasi kita sendiri,” tegasnya dengan nada serius.

Ia juga mengajak masyarakat mengubah kebiasaan, mulai dari hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan hingga mengelola limbah rumah tangga dengan benar.

Rangkaian kegiatan berlangsung dinamis. Diawali dengan penebaran bibit ikan lele sebagai upaya pemulihan ekosistem, dilanjutkan penyusuran sungai oleh Wabup bersama rombongan untuk meninjau langsung kondisi di lapangan. Penanaman pohon trembesi di bantaran sungai turut menjadi bagian dari langkah konkret penghijauan.

Namun, di tengah kegiatan, rombongan masih menemukan sampah plastik yang tersangkut di sejumlah titik. Temuan ini menjadi alarm keras bahwa persoalan pencemaran belum sepenuhnya tertangani dan membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Perjalanan susur sungai berakhir di Tangkahan Pasir, Desa Telaga Sari. Di lokasi ini, Wabup meninjau pelaksanaan Program PATEN KALI, sebelum menutup rangkaian kegiatan dengan Salat Jumat berjemaah di Masjid Sholihin.

Gerakan ini menjadi penegasan: menyelamatkan sungai bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bersama demi keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat Deli Serdang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *