Banda Aceh, formappel.com – Kelangkaan semen yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh menuai sorotan tajam. Di tengah keberadaan pabrik semen di Aceh, masyarakat justru mengeluhkan sulitnya memperoleh semen dengan harga yang wajar. Di beberapa daerah bahkan dilaporkan terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan akibat terbatasnya pasokan.
Khaidir Rahman, Kondisi ini dinilai sebagai ironi yang tidak dapat diterima. Daerah yang menjadi lokasi industri semen seharusnya mampu menjamin kebutuhan masyarakat lokal terlebih dahulu sebelum memenuhi permintaan di luar daerah.
“Bagaimana mungkin Aceh memiliki pabrik semen, tetapi rakyat Aceh justru mengalami kelangkaan? Ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola distribusi maupun pengawasan,” demikian kritik yang disampaikan.
Pemerintah Aceh diminta segera turun tangan untuk mengevaluasi rantai distribusi semen, memastikan pasokan bagi masyarakat terpenuhi, serta mengusut penyebab kelangkaan yang berdampak pada pembangunan rumah, infrastruktur, dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Lanjut Khaidir, apabila perusahaan tidak mampu menjamin ketersediaan pasokan bagi kebutuhan masyarakat Aceh dan hanya berorientasi pada kepentingan pasar di luar daerah, maka pemerintah diminta memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Bahkan, muncul desakan agar izin operasional dievaluasi hingga kemungkinan penghentian operasional apabila terbukti melanggar kewajiban atau merugikan kepentingan masyarakat Aceh.
Masyarakat berharap pemerintah tidak tinggal diam. Kehadiran industri semen di Aceh seharusnya memberikan manfaat nyata bagi rakyat, bukan justru menciptakan kelangkaan dan lonjakan harga di daerah penghasil semen itu sendiri.





















