Nasional

GPIE Apresiasi Kepala BNNP Sumut Gagalkan Peredaran 92 Kg Ganja

13
×

GPIE Apresiasi Kepala BNNP Sumut Gagalkan Peredaran 92 Kg Ganja

Sebarkan artikel ini

Jakarta, formappel.com — Gerakan Prabowo Indonesia Emas (GPIE) memberikan apresiasi kepada Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut), Brigjen Pol Tatar Nugroho, beserta jajaran atas keberhasilan menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja seberat 92 kilogram yang diduga merupakan jaringan lintas provinsi Aceh–Medan.

‎Apresiasi tersebut disampaikan Azaruddin Panjaitan, yang menilai keberhasilan BNNP Sumut merupakan langkah nyata dalam memutus mata rantai peredaran narkotika dan melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

‎“GPIE mengapresiasi kinerja Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho bersama seluruh jajaran. Pengungkapan 92 kilogram ganja ini merupakan prestasi yang luar biasa dan menunjukkan keseriusan BNN dalam memberantas peredaran narkotika,” ujar Azaruddin Panjaitan.

‎Diketahui, pengungkapan tersebut berawal dari informasi adanya pengiriman ganja dari Kabupaten Gayo Lues, Aceh, menuju Kota Medan pada 28 Juli 2026. Dalam operasi tersebut, petugas BNNP Sumut mengamankan dua orang yang diduga berperan sebagai kurir dan penerima barang.

‎Azaruddin menilai keberhasilan tersebut patut menjadi perhatian pemerintah untuk semakin memperkuat dukungan terhadap institusi BNN, termasuk dari sisi kesejahteraan personel.

‎Menurutnya, beratnya tugas dan tingginya risiko yang dihadapi petugas dalam memberantas jaringan narkotika harus diimbangi dengan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan dan tunjangan personel BNN.

‎‎“Pemerintah harus memberikan perhatian lebih kepada BNN. Kalau kita ingin perang terhadap narkotika dilakukan secara maksimal, maka kesejahteraan dan tunjangan para personel BNN juga harus ditingkatkan,” tegas Azaruddin.

‎‎Ia mengatakan, personel BNN berada di garis depan dalam menghadapi jaringan narkotika yang memiliki modus operandi semakin beragam. Karena itu, peningkatan kesejahteraan dinilai dapat menjadi salah satu bentuk penghargaan atas dedikasi dan risiko yang mereka hadapi dalam menjalankan tugas.

‎‎“Jangan hanya menuntut aparat bekerja maksimal, tetapi kesejahteraan mereka juga harus diperhatikan. Mereka mempertaruhkan waktu, tenaga, bahkan keselamatan dalam memberantas narkotika,” katanya.

‎Azaruddin juga mendorong pemerintah untuk memperkuat anggaran operasional, sarana-prasarana, teknologi pendukung, serta program pencegahan dan pemberantasan narkotika yang dilakukan BNN.

‎“GPIE berharap pemerintah terus memperkuat BNN, baik dari sisi anggaran, fasilitas maupun kesejahteraan personelnya. Dengan dukungan yang kuat, kita berharap semakin banyak jaringan narkotika yang dapat diungkap,” ujar Azaruddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *