BeritaLangkat

Guna Membangun Mesjid / Mushola Lubuk Larangan Timbang Lawan Dibuka, Ratusan Warga Berada di Aliran Sungai.

7
×

Guna Membangun Mesjid / Mushola Lubuk Larangan Timbang Lawan Dibuka, Ratusan Warga Berada di Aliran Sungai.

Sebarkan artikel ini

Langkat – Formappel.com ||  Lubuk larangan ikan Sei Bahorok tepatnya di dusun tujuh desa Timbang Lawan kecamatan Bahorok dibuka.

Pembukaan dilaksanakan Sabtu (29/8/2026) oleh kepala desa (kades) Malik Nasution didampingi ketua panitia, Herman serta tokoh dan pemuka masyarakat desa itu.

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

Ketua panitia, Herman dikonfirmasi mengatakan Lubuk larangan dibuka selama dua hari yakni Sabtu 29/8/2026 hingga Minggu 30/8/2026, mulai pukul 09.oo WIB hingga pukul 15.oo WIB.

 

Bangun/rehab Mesjid dan mushola 

Pendaftaran peserta dikenakan biaya Rp 100.000,oo (seratus ribu rupiah/orang). Hasilnya akan dipergunakan untuk pembangunan/rehab Mesjid dan mushola serta perbaikan jalan dusun ujarnya.

Disinggung tentang jenis ikan yang ada diuraikannya cukup beragam seperti jurung, cen -cen, limeduk, mirik, baung, nila, gurami serta lainnya.

 

Hadiah menarik 

Herman yang juga kepala dusun (kadus) tujuh desa itu kepada wartawan menambahkan, khusus dihari terakhir Minggu, 30 Agustus 2026 panitia menyediakan hadiah menarik bagi tiga juara memancing yang mendapat bobot ikan terbesar.

Pembukaan lubuk larangan Ini terbuka untuk umum, jadi siapa saja boleh datang untuk memancing pungkas Herman.

 

Tiga titik 

Sementara kades Timbang Lawan, Malik Nasution ditemui menjelaskan saat ini telah diberlakukan tiga titik lokasi lubuk larangan di desanya.

Diuraikannya Pante Rambe, Pulau Pisang dan Pante Aris, ketiganya dikelola dan diawasi masyarakat dusun.

Tujuan diberlakukan lubuk larangan yakni melestarikan ekosistem dan habitat makhluk hidup disepanjang aliran sungai ujarnya.

Pantauan wartawan para pemancing terlihat fokus dengan pelampung, joran, kail dan umpan. Sebagian terlihat memilih masuk ke tengah aliran sungai untuk menguji ketangkasan dan rejeki.

Para pemancing juga sebagian mempersiapkan diri dengan payung dan topi lebar menghindari panasnya sengatan terik matahari. (*)

Editor : Tolhas Pasaribu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *