Scroll untuk baca artikel
Screenshot 20260319 002516 Canva
Daerah

Dari Bantaran Rel ke Balik Jeruji: Gerak Cepat Satresnarkoba Polrestabes Medan dan Peran Warga, Residivis Sabu Tumbang di Rel Gaharu

10
×

Dari Bantaran Rel ke Balik Jeruji: Gerak Cepat Satresnarkoba Polrestabes Medan dan Peran Warga, Residivis Sabu Tumbang di Rel Gaharu

Sebarkan artikel ini

Dari Bantaran Rel ke Balik Jeruji:
Gerak Cepat Satresnarkoba Polrestabes Medan dan Peran Warga, Residivis Sabu Tumbang di Rel Gaharu

MEDAN // FORMAPPEL.com —
Aksi peredaran narkoba di bantaran rel akhirnya terhenti. Satresnarkoba Polrestabes Medan kembali menunjukkan taringnya dengan meringkus seorang pengedar sabu yang selama ini leluasa bertransaksi di kawasan Rel Kereta Api Gaharu, Kecamatan Medan Timur, Kamis (23/4/2026) sore.

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

Pelaku berinisial HU (47), warga Jalan Gaharu Gang Kramat, tak berkutik saat disergap petugas. Dari tangannya, polisi menyita dua paket sabu siap edar beserta uang tunai ratusan ribu rupiah yang diduga hasil transaksi haram.

Penangkapan ini bukan tanpa peran masyarakat. Informasi yang mengalir dari warga, yang aktif menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan melalui program Kentongan Kamtibmas, menjadi pintu masuk bagi polisi untuk melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap pelaku di lokasi yang selama ini dijadikan “lapak” transaksi.

Ironisnya, HU bukan pemain baru. Ia merupakan residivis kasus narkoba yang sebelumnya pernah mendekam di penjara selama lima tahun. Bukannya jera, pelaku justru kembali mengulangi perbuatannya dengan alasan tekanan ekonomi.

“Pelaku sehari-hari bekerja sebagai juru parkir, namun di waktu tertentu beralih menjadi pengedar. Ini yang kami tindak tegas,” ungkap Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha.

Ia menegaskan, pengungkapan ini juga membuka jalan bagi pengembangan kasus yang lebih besar. Identitas pemasok sabu kepada pelaku telah dikantongi dan kini dalam pengejaran.

“Komitmen kami jelas, tidak ada ruang bagi peredaran narkoba. Baik skala kecil maupun besar, semuanya akan kami tindak,” tegasnya.

Kawasan Gaharu sendiri kini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara polisi dan masyarakat mampu menekan peredaran narkoba. Dalam tiga hari terakhir saja, Satresnarkoba Polrestabes Medan telah mengungkap sedikitnya tujuh kasus serupa, sebuah sinyal kuat bahwa perang terhadap narkoba terus digencarkan tanpa kompromi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *