Sumut

Diduga Tak Urus Lapas dan Biarkan Bandar Narkoba Jadi Raja FSN Labuhan Batu Raya Minta Mentri IMIPAS Copot Kalapas RantauPrapat

37
×

Diduga Tak Urus Lapas dan Biarkan Bandar Narkoba Jadi Raja FSN Labuhan Batu Raya Minta Mentri IMIPAS Copot Kalapas RantauPrapat

Sebarkan artikel ini
OK Khaidir Minta Bandar Narkoba di Lapas Rantauprapat Dipindahkan ke Nusakambangan

RANTAUPRAPAT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat kembali berada di bawah sorotan tajam publik. Institusi pembinaan ini diterpa isu miring pasca-beredarnya video amatir yang diduga merekam aktivitas perjudian dan peredaran gelap narkotika di dalam lingkungan sel tahanan.

Meskipun manajemen lapas sempat menepis tudingan tersebut dengan dalih dokumen video itu merupakan rekaman lama, gelombang desakan masyarakat yang menuntut evaluasi total dan reformasi keamanan terlanjur bergulir masif.

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

Desakan Pencopotan Jabatan dan Pembersihan Unsur Pidana

Merespons polemik yang kian meresahkan tersebut, Ketua Forum Santri Nasional (FSN) wilayah Labuhanbatu Raya, OK Khaidir, S.Pd., angkat bicara dengan nada keras. Pihaknya menilai klarifikasi formal dari internal lapas sudah tidak lagi relevan dan gagal mengembalikan kepercayaan publik.

“Kami tidak butuh retorika atau alasan bahwa itu video lama. Fakta di lapangan menunjukkan pengawasan di Lapas Rantauprapat ini rapuh! Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan harus bertindak tegas: copot Kalapas Rantauprapat sekarang juga! Ini bentuk pertanggungjawaban moral atas kegagalan menjaga integritas lembaga,” ujar OK Khaidir dengan nada tajam, Minggu (12/07/2026).

OK Khaidir melanjutkan, persoalan ini tidak boleh berhenti pada sanksi administratif atau mutasi jabatan semata. Penegak hukum dari jajaran kepolisian didorong untuk segera masuk melakukan penyelidikan pidana secara transparan, termasuk memindahkan para bandar narkoba ke Lapas berkeamanan tinggi (Super Maximum Security).

“Kami meminta pihak kepolisian segera turun tangan mengusut tuntas masalah ini secara pidana. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Selain itu, pindahkan semua bandar narkoba yang ada di Lapas Rantauprapat ke Nusakambangan! Bersihkan Rantauprapat dari parasit yang merusak generasi bangsa dari balik jeruji,” tegasnya.

Akar Masalah Kronis Overkapasitas dan Solusi Sistemik

Sengkarut yang terjadi di Lapas Rantauprapat disinyalir menjadi puncak gunung es dari benang kusut tata kelola pemasyarakatan di daerah. Ketidakseimbangan yang ekstrem antara jumlah warga binaan dengan kuota petugas pengamanan harian dituding menjadi pemicu utama longgarnya fungsi kontrol dan pengawasan.

Identifikasi Masalah Lapas Rantauprapat Dampak Terhadap Stabilitas Keamanan Rekomendasi Solusi FSN & Pengamat
Overkapasitas Kronis Menurunkan tingkat efektivitas pengawasan harian petugas sel. Percepatan program redistribusi tahanan dan pembenahan regulasi.
Dugaan Pelanggaran Hukum Munculnya riak aktivitas judi dan narkotika di balik jeruji besi. Penyelidikan pidana independen oleh kepolisian tanpa tebang pilih.
Sistem Kontrol Rapuh Memperlemah kredibilitas institusi di mata masyarakat lokal. Reformasi total birokrasi dan pencopotan pimpinan yang gagal.

Kasus ini menjadi ujian penting bagi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang tengah gencar mengampanyekan agenda pembersihan narkoba di tingkat nasional. Diperlukan tindakan konkret dan sinergi lintas sektoral bersama tokoh agama serta elemen masyarakat agar fungsi lapas dapat dikembalikan ke khitahnya sebagai tempat pembinaan yang aman, bersih, dan berwibawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *