Deli Serdang, formappel.com – Ketua Wilayah Pemuda Wasathiyah Kabupaten Deli Serdang, Jaya Suprada, S.Pd., mengecam keras aksi pengrusakan oleh Orang Tidak Kenal (OTK) di Rumah Dinas Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo. Insiden yang mengakibatkan pecahnya kaca jendela kamar tidur tersebut diduga kuat berasal dari tembakan senjata api.
Jaya mendesak Polresta Deli Serdang untuk bergerak cepat dan tangkas dalam menyelidiki dalang di balik tindakan teror tersebut demi menjamin stabilitas keamanan di lingkungan pemerintahan daerah.
“Kami Pemuda Wasathiyah Kabupaten Deli Serdang sangat mengecam aksi pengrusakan ini. Kami meminta Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol. Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., beserta jajaran untuk segera mengusut tuntas siapa pelaku dan aktor intelektual di balik peristiwa ini,” ujar Jaya kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).
Jaya juga menyarankan agar Polresta Deli Serdang memperketat pengamanan dengan menyiagakan personel di kediaman dinas para pejabat penting Forkopimda guna meminimalisir potensi sabotase.
“Penugasan personel di rumah dinas Bupati, Wakil Bupati, Sekda, hingga pimpinan DPRD penting dilakukan agar para pemimpin daerah dapat menjaga fokus kinerja pro-rakyat tanpa harus mengkhawatirkan keselamatan diri dan keluarganya,” tambah Jaya.
Kronologi Kejadian dan Olah TKP Tim INAFIS
Peristiwa mengejutkan ini pertama kali diketahui oleh Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, saat dirinya kembali ke rumah dinas usai menghadiri pesta rakyat di Kecamatan STM Hulu pada Minggu (14/6/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Saat memasuki kamar tidur utama, ia mendapati pecahan kaca sudah berserakan di lantai.
Merespons laporan tersebut, personel Satreskrim Polresta Deli Serdang bersama Tim INAFIS langsung turun ke lokasi pada Senin (15/6/2026) untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan bukti-bukti forensik.
“Praduga kami ditembak dari luar. Saya melihat ada pecahan kaca di lantai tidak jauh dari jendela. Ada dua pecahan besar yang kemudian saya pindahkan ke sudut ruangan. Saya juga sempat mencari kemungkinan adanya proyektil, tetapi sampai saat ini belum ditemukan,” tutur Lom Lom saat mendampingi petugas di lokasi TKP.
Insiden ini memicu kekhawatiran mendalam lantaran posisi jendela yang retak dan berlubang tersebut berada tepat di samping tempat tidur sang Wakil Bupati. Setelah kejadian, Lom Lom langsung mengabarkan kondisi tersebut kepada istrinya yang tengah menunaikan ibadah haji di Arab Saudi serta melaporkannya ke Bagian Rumah Tangga Pemerintah Kabupaten.
Dugaan Intimidasi Pejabat Negara
Lom Lom menilai kecil kemungkinan jika kerusakan tersebut disebabkan oleh faktor peluru nyasar. Hal ini didasari atas kondisi geografis rumah dinas yang dinilai cukup aman dan dikelilingi oleh pagar tembok kokoh setinggi 2,5 meter.
“Kalau menurut saya, peluru nyasar rasanya tidak mungkin karena tembok sekeliling setinggi dua setengah meter. Karena itu, saya melihat ada kemungkinan motif tertentu, bisa saja bentuk intimidasi atau upaya mengganggu pejabat negara,” tegas Lom Lom. Kendati demikian, dirinya menyerahkan penanganan penuh kasus ini kepada pihak kepolisian.
Hingga berita ini ditayangkan, jajaran Polresta Deli Serdang masih melakukan penyelidikan mendalam dan belum menyimpulkan penyebab pasti pecahnya kaca, apakah murni karena tembakan senjata api atau benda tumpul lainnya. Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik serta pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar kawasan kompleks perkantoran Pemkab Deli Serdang.





















