PeristiwaPolisiSumut

Tragedi Maut Jalur Medan-Berastagi, Pemuda Wasathiyah Desak Danone-AQUA Sanksi Tegas PT Tirta Sibayakindo

115
×

Tragedi Maut Jalur Medan-Berastagi, Pemuda Wasathiyah Desak Danone-AQUA Sanksi Tegas PT Tirta Sibayakindo

Sebarkan artikel ini
Soroti Truk ODOL Pemicu Rem Blong, Pemuda Wasathiyah Deli Serdang Minta Kemenhub Sanksi Pidana Pemilik Armada

Deli Serdang, formappel.com – Tragedi kecelakaan beruntun yang merenggut empat korban jiwa dan melukai belasan orang di Jalan Jamin Ginting, perlintasan Medan-Berastagi, kawasan Sibolangit, Jumat (17/07/2026), memantik reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Sorotan tajam salah satunya datang dari Pimpinan Daerah Pemuda Wasathiyah Kabupaten Deli Serdang yang menilai insiden maut tersebut bukan sekadar musibah biasa, melainkan dampak nyata dari kelalaian sistemis pengawasan armada angkutan barang bermuatan lebih (Over Dimension Over Loading/ODOL).

Kecelakaan yang diduga kuat dipicu oleh truk pengangkut yang mengalami gagal fungsi pengereman akibat kelebihan beban ini menuntut adanya pertanggungjawaban hukum dan moral langsung dari pihak korporasi di sektor hulu.

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

Desak Danone-AQUA Evaluasi Manajemen PT Tirta Sibayakindo

Ketua Pemuda Wasathiyah Kabupaten Deli Serdang, Jaya Suprada, S.Pd., menegaskan bahwa pihak perusahaan pemroduksi sekaligus penyedia jasa angkutan tidak boleh cuci tangan atas insiden berdarah yang melibatkan distribusi logistik mereka. Ia secara langsung menunjuk PT Tirta Sibayakindo, selaku mitra pengangkutan produk air minum dalam kemasan Aqua, untuk memegang tanggung jawab penuh atas seluruh dampak kerugian materiil maupun imateriil korban.

“Terkait kecelakaan ini, saya pastikan PT Tirta Sibayakindo adalah pihak yang paling bertanggung jawab. Mereka harus menanggung seluruh hak-hak korban yang ditimbulkan, baik korban meninggal dunia maupun luka-luka. Kami juga meminta agar nasib anak-anak sekolah yang ditinggalkan oleh korban meninggal dunia dijamin kelangsungan hidup dan pendidikannya,” ujar Jaya Suprada dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/07/2026).

Lebih lanjut, Jaya meminta komitmen serius dari pemegang merek global Danone-AQUA untuk mengevaluasi jajaran manajemen di tingkat regional akibat lemahnya kontrol kelaikan armada angkutan produk mereka di jalan raya.

“Ini adalah akibat kelalaian perusahaan yang tidak memastikan muatan pengangkutan ataupun kesiapan kendaraan dalam retribusi produk Aqua tersebut. Kalau perlu Danone-AQUA memecat Dirut atau manajer di PT Tirta Sibayakindo atas kejadian tersebut,” tegas Jaya.

Kritik Penegakan Hukum yang Timpang dan Mendesak Aturan Pidana Pemilik

Meskipun menyatakan tetap menghormati proses investigasi resmi yang sedang berjalan oleh pihak kepolisian, Pemuda Wasathiyah menilai implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pengawasan terhadap truk ODOL sudah berada dalam kondisi darurat. Menurut Jaya, pola penegakan hukum selama ini cenderung timpang karena sanksi hukum dan operasional di lapangan selalu dibebankan sepenuhnya kepada profesi sopir truk.

Fokus Polemik Transportasi Darat Fakta di Lapangan Saat Ini Usulan Regulasi Baru (Pemuda Wasathiyah)
Beban Muatan (ODOL) Truk melebihi kapasitas KIR tetap beroperasi bebas di jalur turunan curam. Penerapan sanksi pidana dan pencabutan izin bagi perusahaan yang melanggar.
Aspek Hukum Insiden Penegakan hukum cenderung hanya menyasar sopir sebagai tersangka tunggal. Perluasan jerat hukum ke pihak pemilik kendaraan dan perusahaan logistik.
Dampak Sosial Korban Korban dan keluarga yang ditinggalkan kerap menanggung beban ekonomi sendiri. Jaminan beasiswa pendidikan dan biaya hidup bagi anak-anak korban jiwa.

Pemuda Wasathiyah Deli Serdang berencana mendorong masukan regulasi yang lebih ketat kepada Kementerian Perhubungan RI agar korporasi yang membandel dapat dijatuhi sanksi pembekuan izin usaha demi memutus mata rantai kecelakaan truk rem blong yang terus berulang di jalur Medan-Berastagi.

Menutup pernyataannya, Jaya Suprada menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban yang ditinggalkan. Tragedi memilukan di Sibolangit ini diharapkan menjadi alarm keras sekaligus momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk merombak total tata kelola dan standardisasi keselamatan transportasi darat di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *