Medan

BEM UMN AL-WASHLIYAH Soroti Kenaikan Harga BBM dan Desak Pemberantasan Mafia Minyak Di Sumatera Utara

19
×

BEM UMN AL-WASHLIYAH Soroti Kenaikan Harga BBM dan Desak Pemberantasan Mafia Minyak Di Sumatera Utara

Sebarkan artikel ini
Berikut adalah penulisan ulang rilis pernyataan sikap tersebut menjadi artikel berita dengan kaidah jurnalistik komprehensif, menggunakan struktur piramida terbalik, serta menonjolkan aspek tekanan ekonomi masyarakat, desakan penegakan hukum terhadap kejahatan energi, dan fungsi kontrol sosial mahasiswa. Opsi Judul yang Menarik Harga BBM Non-Subsidi Melonjak 30%, BEM UMN Al-Washliyah Layangkan Protes Keras ke Pemerintah Soroti Kenaikan BBM dan Maraknya Mafia Minyak, BEM UMN Al-Washliyah Desak Ketegasan Kapolda Sumut

Medan, formappel.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMN Al-Washliyah menyampaikan sikap tegas terhadap kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat.

Kenaikan harga BBM, khususnya jenis non-subsidi seperti Pertamax yang mengalami lonjakan signifikan hingga lebih dari 30%, dinilai semakin membebani masyarakat, terutama mahasiswa, pekerja, dan kalangan menengah ke bawah.

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok serta memperparah tekanan ekonomi rakyat.

Wakil Presiden Mahasiswa UMN Al-Washliyah, Khairum Siregar, menegaskan bahwa kondisi ini diperburuk oleh situasi ekonomi global yang tidak stabil, yang berdampak pada meningkatnya biaya energi dan beban subsidi negara. Namun demikian, negara tidak boleh menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk mengabaikan kepentingan rakyat.

BEM UMN Al-Washliyah menegaskan bahwa negara harus hadir melindungi rakyat, bukan justru menambah beban hidup masyarakat melalui kebijakan yang tidak berpihak.
Di sisi lain, kami juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya praktik mafia minyak (BBM ilegal) di Sumatera Utara yang semakin meresahkan dan merugikan negara serta masyarakat. Praktik ini tidak hanya merusak tatanan ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan kelangkaan BBM, kerugian negara, serta memperkuat jaringan kejahatan terorganisir.

Sikap dan Tuntutan:

Mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi kebijakan kenaikan harga BBM yang memberatkan masyarakat.
Menuntut transparansi pemerintah terkait dasar dan urgensi kenaikan harga BBM.
Meminta pemerintah menjamin stabilitas harga kebutuhan pokok pasca kenaikan BBM.

Mendesak pemerintah menghadirkan solusi konkret guna menjaga daya beli masyarakat.

Mendesak Kapolda Sumatera Utara untuk bertindak tegas dan tanpa kompromi dalam memberantas mafia minyak di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Meminta aparat kepolisian mengusut tuntas jaringan mafia BBM, termasuk aktor intelektual dan pihak yang diduga membekingi praktik ilegal tersebut.

Mendorong transparansi dalam penegakan hukum agar publik dapat menilai keseriusan aparat.

Menolak segala bentuk pembiaran terhadap praktik mafia minyak yang merugikan rakyat dan negara.
Menuntut penegakan hukum tanpa tebang pilih terhadap siapapun yang terlibat.

BEM UMN Al-Washliyah menegaskan akan terus mengawal dan mengkritisi setiap kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Apabila tuntutan ini tidak direspons secara serius, kami siap melakukan aksi lanjutan sebagai bentuk kontrol sosial demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Sumatera Utara.

Demikian pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen kami dalam memperjuangkan kepentingan rakyat dan mendorong penegakan hukum yang adil dan transparan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *