Nasional

Geger Anak Bupati Pelalawan Terjaring Razia Narkoba, BNNK Sebut Urine Positif Gara-Gara “Nebeng” Asap Toilet.

9
×

Geger Anak Bupati Pelalawan Terjaring Razia Narkoba, BNNK Sebut Urine Positif Gara-Gara “Nebeng” Asap Toilet.

Sebarkan artikel ini
Keterangan Janggal dari Kapolres dan BNN untuk Seorang Anak Bupati

PEKANBARU, formappel.com – Publik di Provinsi Riau mendadak gempar. Penangkapan belasan orang dalam penggerebekan pesta narkoba di salah satu tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru berbuntut sorotan tajam. Pasalnya, salah satu dari mereka yang terjaring diketahui merupakan anak kandung dari Kepala Daerah aktif, yakni pemuda berinisial AF alias Fidel, yang diidentifikasi sebagai anak Bupati Pelalawan, Zukri Misran.

Kasus ini memicu kontroversi setelah hasil tes urine AF dinyatakan positif mengandung zat tetrahydrocannabinol (ganja) dan etomidate, namun dirinya tidak dijebloskan ke sel tahanan melainkan hanya dikenakan kewajiban rehabilitasi rawat jalan.

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

Kronologi Penggerebekan Malam Hari oleh Tim Gabungan

Operasi pembersihan tempat hiburan malam tersebut bukan sembarang razia. Aksi digelontorkan oleh tim gabungan berskala besar pada Minggu (24/5) dini hari, melibatkan:

  • Polisi Militer TNI AD (Pomad)

  • Polisi Militer TNI AU (Pomau)

  • Propam Polda Riau

  • Polresta Pekanbaru

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta, mengonfirmasi ada 13 orang—terdiri dari 8 pria dan 5 wanita dari berbagai daerah—yang diamankan karena kedapatan berada di lokasi bersama barang bukti ganja kering serta cairan zat etomidate.

“Terhadap 13 orang penyalahgunaan narkotika ini, diserahkan ke Polresta Pekanbaru untuk pemeriksaan intensif. Dari hasil tes urine, tiga orang positif memakai ganja, dan selebihnya positif mengandung etomidate,” ungkap Kombes Muharman dalam konferensi pers, Selasa (26/5).

Dalih BNNK Pekanbaru: Menghirup “Asap Pasif” di Dalam Toilet

Misteri mengapa anak orang nomor satu di Pelalawan itu bisa melenggang bebas dari status tersangka akhirnya terjawab lewat penjelasan resmi Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru.

Kepala BNNK Pekanbaru, Wawan Setiawan, memaparkan dalih medis hasil kerja Tim Asesmen Terpadu (TAT). Berdasarkan hasil pemeriksaan, AF diklaim sebagai korban “asap pasif” saat menggunakan fasilitas toilet di tempat hiburan tersebut.

“Kok bisa tidak menggunakan ganja tapi tiba-tiba positif? Ternyata dua tersangka lain sedang menghisap ganja di dalam toilet, lalu AF masuk ke toilet tersebut. Saya tanya ke dokter, apakah bisa positif ganja jika situasinya seperti itu, menghirup asap dari udara? Ternyata bisa. Dan yang bersangkutan (AF) mengaku tidak menggunakan ganja,” jelas Wawan meluruskan.

Atas dasar rekomendasi TAT dan pengakuan tidak sengaja tersebut, AF kini hanya menyandang status sebagai penyalahguna yang memerlukan pemulihan rawat jalan, bukan pelaku pidana kepemilikan narkotika.

Meskipun penjelasan secara medis telah dibuka oleh BNNK, publik di media sosial tetap riuh. Banyak pihak menilai argumen “asap toilet” ini terlalu istimewa dan mempertanyakan apakah fasilitas hukum yang sama bisa didapatkan oleh warga biasa yang tidak memiliki latar belakang sebagai anak penguasa daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *