Nasional

APMPEMUS: Sikap Hati-Hati Menteri Bahlil dalam Negosiasi Ekspor Listrik Mencerminkan Komitmen Melindungi Kepentingan Nasional

11
×

APMPEMUS: Sikap Hati-Hati Menteri Bahlil dalam Negosiasi Ekspor Listrik Mencerminkan Komitmen Melindungi Kepentingan Nasional

Sebarkan artikel ini
Bukan Kelemahan, APMPEMUS Nilai Alotnya Harga Ekspor Listrik ke Singapura Bentuk Kedaulatan Ekonomi

Medan, formappel.com – Langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang tetap kukuh dan berhati-hati dalam menegosiasikan harga ekspor listrik hijau ke Singapura mendapat dukungan penuh dari kalangan aktivis daerah. Apresiasi tersebut disuarakan oleh Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Memajukan Sumatera Utara (APMPEMUS).

Ketua APMPEMUS, Iqbal, S.H., menilai belum tercapainya kesepakatan harga hingga saat ini justru menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan yang menyangkut aset dan kepentingan strategis bangsa.

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

“Kami melihat belum adanya kesepakatan harga bukanlah sebuah kelemahan, melainkan bukti bahwa pemerintah melalui Menteri ESDM tidak ingin mengambil keputusan secara terburu-buru. Sikap seperti ini menunjukkan kehati-hatian, profesionalisme, dan komitmen untuk memastikan Indonesia memperoleh manfaat yang adil dari setiap kerja sama internasional,” ujar Iqbal, S.H. dalam keterangan persnya di Medan, Kamis (09/07/2026).

Menurut Iqbal, ketegasan Bahlil dalam membaca dinamika diplomasi ekonomi internasional patut diacungi jempol. Langkah ini memastikan Indonesia tidak berada pada posisi tawar yang lemah ataupun merugikan dalam proyek kerja sama energi lintas negara tersebut.

Amanat Konstitusi dan Ketahanan Energi

APMPEMUS memandang bahwa sumber daya energi, termasuk energi baru terbarukan (EBT), merupakan komoditas strategis yang pengelolaannya wajib bersandar pada Pasal 33 UUD 1945, yaitu sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Oleh karena itu, penjualan pasokan listrik ke luar negeri tidak boleh hanya mengejar keuntungan jangka pendek, melainkan harus mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang seimbang, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan energi domestik terlebih dahulu.

“Pendekatan negosiasi yang mengedepankan prinsip win-win solution merupakan langkah yang tepat. Dalam diplomasi ekonomi, ketegasan untuk memperoleh kesepakatan yang adil merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan ekonomi sekaligus memastikan bahwa kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas utama,” tegas Iqbal.

Sebagai penutup, APMPEMUS menyatakan akan terus mengawal kebijakan strategis ini dan berharap agar proses negosiasi ke depan dapat membuahkan hasil yang adil, sehingga mampu memperkuat iklim investasi energi hijau yang sehat di tanah air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *