Medan, formappel.com — Dukungan terhadap pasangan KH Dr. Masyhuril Khamis, MM dan Syeh Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., S.H., M.H., M.S.P. untuk memimpin Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washliyah kembali mengalir. Kali ini, deklarasi dukungan resmi dinyatakan oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Al Washliyah (PW ISARAH) Sumatera Utara.
Ketua PW ISARAH Sumut, Abdul Thaib Siahaan, menegaskan bahwa pasangan yang dijuluki sebagai “Dwi Tunggal Al Washliyah” ini merupakan figur yang paling layak dari berbagai aspek untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Pulau Sumatera tersebut pada periode mendatang. Dalam komposisi yang didukung, KH Masyhuril Khamis diproyeksikan sebagai Ketua Umum dan Syeh Dedi Iskandar Batubara sebagai Sekretaris Jenderal.
“Kami menilai KH Dr. Masyhuril Khamis dan Syeh Dr. H. Dedi Iskandar Batubara merupakan pasangan yang dapat membawa kemaslahatan bagi seluruh stakeholder Al Jam’iyatul Washliyah, mulai dari tingkat pusat hingga ke ranting-ranting di kelurahan dan desa,” ujar Abdul Thaib, didampingi Bendahara PW ISARAH Sumut, Muhammad Rizky, Selasa (9/6/2026).
Abdul Thaib menambahkan bahwa rekam jejak, loyalitas, dan dedikasi nyata dari kedua tokoh tersebut sebagai kader militan Al Washliyah sudah tidak perlu diragukan lagi. Mengingat kontribusi konkret keduanya, ia mengaku heran jika ada pihak yang tidak sejalan dalam memberikan dukungan.
“Saya justru meragukan segelintir pihak yang tidak mensupport pasangan Dwi Tunggal Al Washliyah,” tegasnya.
Kombinasi Kepemimpinan yang Saling Melengkapi
Senada dengan Ketua ISARAH Sumut, Bendahara PW ISARAH Sumut, Muhammad Rizky, menilai duet Masyhuril Khamis dan Dedi Iskandar Batubara merupakan kombinasi kepemimpinan yang matang dan saling mengisi dalam menjalankan roda organisasi. Keduanya dianggap memiliki pengalaman panjang serta kepiawaian manajemen yang telah teruji membawa Al Washliyah semakin berkembang.
“Pasangan ini saling mengisi dan melengkapi dalam memajukan organisasi. Keduanya tidak diragukan kepiawaiannya dalam mengelola organisasi. Selain sudah teruji, sepak terjang keduanya juga telah terbukti membawa Al Washliyah semakin berkibar,” kata Rizky.
Lebih lanjut, Rizky menilai bahwa kedua figur ini tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga telah memiliki kapasitas sebagai tokoh nasional yang mampu memperluas peran Al Washliyah dalam pembangunan bangsa dan umat.
“Keduanya adalah tokoh nasional yang nasionalis dan religius. Keduanya merupakan aset bangsa yang memiliki komitmen kuat untuk membesarkan Al Washliyah serta memberikan kontribusi nyata bagi umat dan negara,” pungkas Rizky.
Hadirnya dukungan dari kalangan intelektual/sarjana PW ISARAH Sumatera Utara ini semakin memperkuat barisan aspirasi dari berbagai unsur kader di daerah, yang menginginkan nakhoda PB Al Washliyah ke depan dipegang oleh figur yang berpengalaman, berintegritas, dan memiliki kapasitas menjaga eksistensi organisasi di tingkat nasional.





















